2. Giri Goda

Sesidheman Hubungan Begawan dan Mentrik

intro lagu Sesidheman dengan tembang

Dhandhanggula

Wiwitane handherek Sang Pekik

Pria Bagus kang olah budaya

sowan menyang kutha gedhe

Bendara trus kayungyun

Slendhang Kuning kang saking wukir

swara kurang permana ning wasis angungrum

ngungrum marang Bendara

Sang Dyah Ayu pinter ngincangake alis

trus tresna sesidheman

(Bermula dari pergi ke kota besar untuk berguru kepada seorang Begawan tampan yang ahli budaya. Sang Guru terpikat kepada Si Murid dari Gunung yang berselendhang kuning.

Walau suara kurang bagus, tetapi Dyah Ayu pandai menggandrung serta menggoda Sang Guru dengan menggerakkan alis. Dan keduanya saling mencinta dengan sembunyi-sembunyi.)

Lagu Sesidheman ciptaan Ki Sukron Suwondo dalang wayang kulit dari Blitar ini banyak digemari masyarakat. Di dalam setiap pegelaran wayang kulit, lagu ini hampir selalu dinyanyikan. Baik atas permintaan penonton maupun atas inisiatif dari Ki Dalang.

Lagu Sesidheman tidak lahir dari ruang kosong, tetapi lahir dari sebuah pengalaman hidup yang ada disekitarnya, yang dilihatnya, dirasakannya dan mungkin juga dialaminya sendiri. Sebuah karya seni, dalam hal ini lagu, ketika sudah dihadirkan ke publik, menjadi milik publik. Jika pengalaman dan perasaan yang diekspresikan dalam untaian syair dan harmonisasi nada yang diciptakan, juga dialami serta dirasakan  oleh sebagian besar orang, maka lagu tersebut akan digemari orang banyak.

(Herjaka HS)

#sesidheman #sukronsuwondo #lukiswayang #herjakaart

No Comments

    Leave a Reply