Orang Hutan, Wisanggeni dan Hutan

Wisanggeni  dan Orang Hutan

Lukisan oil on canvas, 140 x 100 cm, karya herjaka HS (2022-2026)

Berawal dari menuruti anaknya yang jatuh cinta kepada Dewi Dersanala, Batari Durga mendesak Batara Guru agar memisahkan perkawinan Arjuna dengan Dewi Dersanala, dan menjodohkannya dengan Dewasrani. Tidak peduli dengan kandungan yang ada di dalam Rahim Dewi Dersanala. Sebagai penguasa tertinggi para dewa, apa yang tidak bisa dilakukan oleh Batara Guru? Maka kemudian diperintahlah  Batara Brahma, dewa api yang adalah ayah dari Dewi Dersanala, untuk memisahkan Arjuna dan Dewi Dersanala dan sekaligus menyingkirkan paksa bayi yang ada di dalam kandungan Dewi Dersanala.

Batara Brahma masgul hatinya serta bingung pikirnya. Selain sebagai pejabat para dewa yang harus patuh kepada atasan, ia juga sebagai ayah dari Dewi  Dersanala serta Kakek dari Bayi yang ada di Rahim putrinya. Seberat apapun, selagi ia masih berkeinginan menjabat, dan takut pada sanksi dan hukuman, pasti perintah akan dilaksanakan.

Bayi yang belum genap usia kandungan ‘digege’ dipaksa untuk segera lahir oleh Batara Brama dan diberi nama Wisanggeni, artinya bisa api, hal yang berbahaya dari api. Agar tidak mengganggu pada proses selanjutnya, Wisanggeni yang masih bayi dibuang di hutan.

Aneka macam drama kehidupan terus berlangsung hingga saat ini. Ketika inti kekuatan dari api tidak digunakan semestinya, dibuang oleh penguasa di sembarang tempat. Seperti saat  ‘WisangGeni’ dibuang di hutan. yang kering kerontang dan bertemu dengan Orang Hutan yang menangis kepanasan. Sungguh sebuah drama yang mengenaskan. Herjaka HS

#kebakaranhutan

#oranghutan

#wisanggeni

No Comments

    Leave a Reply