Mampir Njoget di Pamiranti

Ngangsu kawruh ‘nabuh gamelan’ di Omah Cangkem

Pamiranti adalah tempat atau ruang untuk miranti, persiapan dan mempersiapkan, ‘menggulawentah diri’ dengan belajar berbagai hal, untuk menjadi pribadi yang matang dan bernilai. Dikarenakan maknanya, Pamiranti dipilih oleh Brigita Titah Nareswari bersama dengan Stella Marissa Permata Fajar, dan Rani Nur Rochim untuk menamai sebuah Komunitas yang mereka didirikan pada 23 Juli 2022, serta difasilitasi  tempat oleh Danang Priyambodo di Savasana Coffee, Diro Pendowoharjo Sewon Bantul

Berangkat dari Tari Klasik Gaya Yogyakarta, Pamiranti membuka ruang inklusi yang aman nyaman bagi perempuan. Siapapun dan kapanpun, baik yang sudah bisa menari maupun yang belum bisa menari, dapat mampir njoget di Pamiranti.

Mengapa memilih seni Tari Klasik Gaya Yogyakarta?  Dikarenakan mereka bertiga pernah tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa ‘Swagayugama’ (Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada) dan ingin tetap menari walaupun sudah lulus, maka didirikannya  Pamiranti. 

Walaupun berbasis pada Tari Klasik Gaya Yogyakarta, komunitas Pamiranti dalam menggulawentah diri mempelajari banyak hal, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk ngangsu kawruh aneka ilmu kearifan.

Seperti yang dilakukan pada ulang tahun hari jadi ke 4 di bulan Juli 2026 ini, Pamiranti berkolaborasi dengan Omah Cangkem untuk ngangsu kawruh karawitan dan gerak tubuh bersama Pardiman Djoyonegoro dan Sabina Tisa.

 (herjaka HS)

Pardiman Djoyonegoro mengajari nabuh bonang, Danang Priyambodo ‘ngendang’ di belakangnya

#mampirnjoget #pamiranti #omahcangkem

No Comments

    Leave a Reply