{"id":1539,"date":"2023-04-21T05:00:18","date_gmt":"2023-04-21T05:00:18","guid":{"rendered":"http:\/\/herjaka.com\/?p=1539"},"modified":"2023-04-24T10:37:32","modified_gmt":"2023-04-24T10:37:32","slug":"1539","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/herjaka.com\/?p=1539","title":{"rendered":"Bumi Sriwedari"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">H min 11\nPameran Tunggal Lukisan Herjaka H.S.\nBumi Sriwedari\nBentara Budaya Jogjakarta 2 Mei 2023\n\nCatatan Pembuka;\n\nPada malam Natal 1971, Juliane dan Ibunya naik pesawaat jurusan Lima -Pucallpa (Praha?).\nPesawat naas tersebut terjebak badai dan disambar petir hingga pecah. Juliane terikat di kursi yang terlepas dari pesawat, meluncur dari ketinggian ribuan meter dan mendarat di hutan.\n\u201cTanpa daun dan pepohonan dan semak, saya tidak akan selamat dari benturan tanah.\u201d\nJuliane satu-satunya penumpang yang selamat. Usia waktu kejadian itu 17 tahun.\nTulisan dalam otobiografi ini didedikasikan kepada Ibunya: When I Fell from the Sky.\n\nOrang suku Indian menganggap bahwa pohon memiliki DNA yang sama dengan DNA (kami). Pohon menghirup apa yang kami hembuskan (Co2), dan kami menghirup apa yang pohon hembuskan (O2). Takdir kami sama. Karena kami sama-sama berasal dari tanah.\n\n#ekologi#lingkunganhidup#hutan#komikwayang\n<\/pre>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-sitka-accent-background-color has-sitka-accent-color\"\/>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>H min 11 Pameran Tunggal Lukisan Herjaka H.S. Bumi Sriwedari Bentara Budaya Jogjakarta 2 Mei 2023 Catatan Pembuka; Pada malam Natal 1971, Juliane dan Ibunya naik pesawaat jurusan Lima -Pucallpa (Praha?). Pesawat naas tersebut terjebak badai dan disambar petir hingga pecah. Juliane terikat di kursi yang terlepas dari pesawat, meluncur dari ketinggian ribuan meter dan mendarat di hutan. \u201cTanpa daun dan pepohonan dan semak, saya tidak akan selamat dari benturan tanah.\u201d Juliane satu-satunya penumpang yang selamat. Usia waktu kejadian itu 17 tahun. Tulisan dalam otobiografi ini didedikasikan kepada Ibunya: When I Fell from the Sky. Orang suku Indian menganggap bahwa pohon memiliki DNA yang sama dengan DNA (kami). Pohon menghirup apa yang kami hembuskan (Co2), dan kami menghirup apa yang pohon hembuskan (O2). Takdir kami sama. Karena kami sama-sama berasal dari tanah. #ekologi#lingkunganhidup#hutan#komikwayang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1539","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1539"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1558,"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1539\/revisions\/1558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}