{"id":59,"date":"2019-01-15T04:50:00","date_gmt":"2019-01-15T04:50:00","guid":{"rendered":"http:\/\/herjaka.com\/?p=59"},"modified":"2021-04-05T16:45:40","modified_gmt":"2021-04-05T16:45:40","slug":"gonjang-ganjing-kesetiaan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/herjaka.com\/?p=59","title":{"rendered":"GONJANG GANJING KESETIAAN"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"605\" src=\"http:\/\/herjaka.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Berjumpa-Tuhan-dalam-Hening.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-620\" srcset=\"http:\/\/herjaka.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Berjumpa-Tuhan-dalam-Hening.jpg 1024w, http:\/\/herjaka.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Berjumpa-Tuhan-dalam-Hening-300x177.jpg 300w, http:\/\/herjaka.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Berjumpa-Tuhan-dalam-Hening-768x454.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Sawitri Oh Sawitri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Herjaka HS<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>(2) Meninggalkan Kemewahan&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pagi-pagi buta <em>wanci fajar gidib<\/em> Sawitri berjalan kaki meninggalkan keraton beserta seluruh kemewahannya. Prabu Aswapati dan Ibunda Ratu mengantar kepergian Sawitri sampai pintu <em>pungkuran<\/em>.&nbsp; Tentu saja Ibunda Ratu sangat mencemaskan putrinya. Bagaimana tidak. Hanya dengan bekal seadanya, Sawitri, anak raja yang cantik jelita, meninggalkan istana tanpa pengawalan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghindari perhatian yang berlebihan dari orang-orang yang ditemuinya di jalan, terutama mereka yang berniat jahat, Sawitri sengaja mengenakan pakaian seperti yang dipakai para pedagang wanita. Selain itu, ia juga menghindari keramaian-keramaian kota, baik kota kadipaten maupun kota kademangan,&nbsp; yang dirasa identik dengan kemewahan dan hal-hal keduniawian. Yang dipilih adalah jalan setapak di di pinggir dusun, di tengah hutan mau pun di lereng-lereng pegunungan, karena jika berpapasan dengan orang-orang di jalan tersebut, ia akan menemukan senyum keramahan orang-orang setempat yang bersahaja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika terpaksa harus melewati jalan besar, Sawitri berusaha secepat mungkin memotong jalan untuk kemudian kembali menuju jalan setapak yang sepi. Hal tersebut dilakukan agar dirinya tidak menarik perhatian orang-orang yang lewat di jalan raya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bila hari menjelang gelap, Sawitri menumpang tidur di rumah inap yang sederhana namun bersih. Jika ditanya asal-usul serta tujuannya, Sawitri selalu mengatakan bahwa dirinya berasal dari kota, sedang mencari satu-satunya saudara laki-laki yang meninggalkan rumah entah pergi ke mana, tanpa pamit dan tidak ada kabar berita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sawitri memang sengaja membangun sebuah angan, bahwa perjalanannya itu merupakan sebuah <em>laku<\/em>&nbsp; untuk menemukan \u201csaudara laki-laki\u201d yang mempunyai sorot mata teduh, budi lurus, berhati tulus, dan jauh dari nafsu-nafsu duniawi. Ibarat sebuah doa litani yang selalu didaraskan pada setiap langkahnya, ia berkeyakinan bahwa pada saatnya ia bakal menemukan sosok yang ia cari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berhari-hari, bahkan sudah melewati hitungan bulan, Sawitri meninggalkan kota raja. Banyak rintangan menghadang, baik secara lahir maupun batin. Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya. Bahkan, sepanjang perjalanan ia bertekad untuk melakukan <em>tapa ngrame<\/em> dengan membantu atau menolong orang-orang yang kesulitan dan berbagi dengan orang yang membutuhkan. <strong>(bersambung)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\"><em><em>Dengan meninggalkan atau menidurkan hal-hal duniawi dan memasuki keheningan niscaya setiap hati akan dapat berjumpa dengan Sang Pencipta Dunia<\/em>\n<em>lukisan cat minyak pada kanvas<\/em>\n<em>150 x 100cm<\/em>\n<em>karya herjaka HS 2015<\/em><\/em><\/pre>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-sitka-accent-background-color has-sitka-accent-color\"\/>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sawitri Oh Sawitri Herjaka HS (2) Meninggalkan Kemewahan&nbsp; Pagi-pagi buta wanci fajar gidib Sawitri berjalan kaki meninggalkan keraton beserta seluruh kemewahannya. Prabu Aswapati dan Ibunda Ratu mengantar kepergian Sawitri sampai pintu pungkuran.&nbsp; Tentu saja Ibunda Ratu sangat mencemaskan putrinya. Bagaimana tidak. Hanya dengan bekal seadanya, Sawitri, anak raja yang cantik jelita, meninggalkan istana tanpa pengawalan.&nbsp; Untuk menghindari perhatian yang berlebihan dari orang-orang yang ditemuinya di jalan, terutama mereka yang berniat jahat, Sawitri sengaja mengenakan pakaian seperti yang dipakai para pedagang wanita. Selain itu, ia juga menghindari keramaian-keramaian kota, baik kota kadipaten maupun kota kademangan,&nbsp; yang dirasa identik dengan kemewahan dan hal-hal keduniawian. Yang dipilih adalah jalan setapak di di pinggir dusun, di tengah hutan mau pun di lereng-lereng pegunungan, karena jika berpapasan dengan orang-orang di jalan tersebut, ia akan menemukan senyum keramahan orang-orang setempat yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":620,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[47],"class_list":["post-59","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","tag-kemewahan"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=59"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":621,"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59\/revisions\/621"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/620"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=59"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=59"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/herjaka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=59"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}