Dewabrata Lahir

18. Prabu Sentanu terpukul. Ia dianggap mengingkari janji dan tidak setia. Padahal ia merasa telah menghidupi cintanya dengan seluruh hidupnya
“Apakah kamu tidak keliru Ganggawati? Bukankah kamu sendiri yang sudah mengingkari janji, dengan membuang bayi-bayi buah dari cinta kita sampai dengan hitungan ke-delapan. Itukah yang dinamakan kesetiaan?”
“Oh, Kakanda Prabu, ada hal yang tidak boleh dimengerti, bahwa ada kesetiaan yang lebih besar dari pada itu.”
“Apakah kesetiaan yang lebih besar itu harus mengorbankan delapan nyawa anak kita yang tidak berdosa?” 
“Benar, Kakanda Prabu. Semakin besar kesetiaan, semakin besar pulalah pengorbanannya.  Dan Kakanda Prabu sudah terlalu banyak berkorban demi kesetiaan saya. Terimakasih Kakanda Prabu, saya mohon diri.”
Dewi Ganggawati lenyap dari pandangan Prabu Sentanu untuk kembali ke nirwana bersama delapan Wasu yang dilahirkan dan disempurnakan di Sungai Gangga.
Anak ke-sembilan yang ditinggalkannya diberi nama Dewabrata. Prabu Sentanu mempersiapkan Dewabrata menjadi raja Astinapura. 

No Comments

    Leave a Reply