Dewabrata Lahir

17. Sesudah genap usia kandungan, Dewi Ganggawati melahirkan anak yang pertama. Tetapi bukan kegembiraan yang didapat. Prabu Sentanu sangat kecewa, karena bayi yang baru lahir itu dibuang di Sungai Gangga. Namun karena teringat pesan ayahanda Prabu Pratipa, ia menahan diri untuk tidak menegur istrinya.
Perbuatan Dewi Ganggawati yang tidak wajar itu terus diulang. Anak ke-dua, anak ke-tiga hingga sampai dengan anak ke-delapan yang lahir dari rahim Dewi Ganggawati dibuang ke Sungai Gangga. Prabu Sentanu tak bisa menahan diri lagi. Cinta sang Prabu kepada Dewi Ganggawati yang menggunung terkikis habis, hanyut di sungai Gangga bersama dengan ke delapan anaknya.
Maka ketika Dewi Ganggawati membawa bayi yang lahir pada urutan kesembilan, Sentanu mencegatnya. 
“Ganggawati, apakah kamu masih ingin membuang anak kita yang nomor sembilan ini ke Sungai Gangga?”
“Tidak Kakanda Prabu, saya ingin menyucikan anak ini dengan air Sungai Gangga. Anak ini akan berumur panjang, untuk meneruskan hidup kita. Karena umur dari delapan kakaknya yang lahir terdahulu telah di  ditambahkan.
“Tetapi Ganggawati, ....”
“Tetapi maafkan Kakanda Prabu,  dikarenakan Kakanda telah ingkar janji dengan menegur perbuatan saya yang dianggap tidak pantas, maka terpaksa saya tidak bisa mendampingi Kakanda untuk mendidik anak ini.” 
Ucap Dewi Ganggawati dengan gemetar, karena mestinya ia tak berkata demikian.

No Comments

    Leave a Reply