Dewabrata Lahir

10. Sesudah sejenak menenangkan diri dan menahan agar tidak larut oleh kecantikan seorang bidadari yang menyerahkan diri sepenuhnya, sang prabu mempersilakan Dewi Ganggawati duduk.
“Apakah tidak keliru sang dewi, bila saya mencoba untuk memahami kitab Wedha. Di sana ditulis bahwa paha kiri adalah tempat duduk bagi istri sedangkan paha kanan yang kamu duduki tadi untuk anak perempuan atau menantu perempuan.”
Kata Prabu Pratipa dengan suara berat dan dalam yang melontarkan kewibawaan. 
“Sang dewi mungkin sudah menjadi takdir, kamu menjadi menantuku. Berikanlah kerelaanmu agar bisa membantuku memohon anak laki-laki untuk calon suamimu dan penerus tahta Astinapura.”

No Comments

    Leave a Reply