Dewabrata Lahir

5. “Setelah mati, badan raga pisah dengan sukma, kami diadili di keabadian.” 
Lanjut sang wasu dengan menahan rasa getir yang memukul-mukul dada.
“Tetapi selain kena kutuk, di satu sisi kami juga sering melakukan perbuatan baik. Mungkin karena itulah penggadilan yang adil memutuskan kami tidak di surga dan tidak di neraka, melainkan di surga antara. 
Dan begitulah Sang Dewi, di surga antara, sewaktu berlangsung upacara Nglingga Murda Batara Brahma, tanpa sengaja kami melihat salah seorang waranggana yang berpakaian serba putih, tiba-tiba kainnya tersingkap oleh hembusan angin. Kami benar-benar tidak menyangka akan kejadian itu. Ternyata di surga antara kami belum bisa lepas dari kuasa nafsu. Dhuh Sang Dewi, akhirnya kami kena hukuman untuk dilahirkan kembali dan menjalani hidup di dunia. Tolonglah kami. Karena hanya bidadarilah yang sanggup melahirkan kembali kami ke-delapan wasu ini.”    

No Comments

    Leave a Reply